UMA Perkuat Komitmen Hilirisasi Riset, Prof. Rahmad Syah Jadi Narasumber LLDIKTI Wilayah I

Guru Besar Universitas Medan Area (UMA), Prof. Dr. Ir. Rahmad Syah, M.Kom, IPM, ASEAN Eng., APEC Eng., kembali menunjukkan kontribusinya dalam penguatan ekosistem riset nasional dengan menjadi narasumber pada kegiatan “Sinergi Hilirisasi dalam Mendorong Riset Perguruan Tinggi Menuju Luaran Berdampak di Lingkungan LLDikti Wilayah I Tahun 2026”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I tersebut berlangsung pada 15–16 Juli 2026 di Aula Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah, Medan.

Forum strategis ini menghadirkan sekitar 100 dosen perwakilan dari 182 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di lingkungan LLDikti Wilayah I. Kegiatan dibuka oleh Kepala LLDikti Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., dan dihadiri Rektor Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, Prof. Dr. Firmansyah, M.Si., sebagai tuan rumah.

Kepercayaan yang diberikan kepada Prof. Rahmad Syah sebagai narasumber menjadi bukti pengakuan atas kompetensi akademik Guru Besar UMA dalam bidang Sains Data, sekaligus memperkuat peran Universitas Medan Area dalam mendukung transformasi hasil penelitian menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Prof. Rahmad Syah Tekankan Pentingnya Hilirisasi Riset dan Perlindungan HKI

Dalam sesi pemaparannya, Prof. Rahmad Syah menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah penelitian tidak hanya diukur dari jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga dari sejauh mana hasil riset mampu diimplementasikan dan memberikan dampak ekonomi maupun sosial.

Ia menegaskan bahwa proses hilirisasi harus diawali dengan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), seperti paten maupun lisensi, sebelum hasil penelitian dikembangkan ke tahap komersialisasi.

Selain itu, Prof. Rahmad Syah juga mendorong para dosen untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin ilmu. Menurutnya, sinergi antarbidang keilmuan akan menghasilkan inovasi yang lebih aplikatif, relevan dengan kebutuhan industri, serta mampu menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat.

“Riset yang berkualitas harus mampu menghasilkan solusi nyata. Karena itu, perlindungan HKI dan kolaborasi multidisiplin menjadi fondasi penting agar inovasi dapat berkembang hingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ungkapnya dalam sesi diskusi.

Berbagi Pengalaman Hilirisasi Riset Berbasis Kearifan Lokal

Pada kesempatan tersebut, Prof. Rahmad Syah turut membagikan contoh implementasi hilirisasi riset yang berhasil dikembangkan dari penelitian berbasis kearifan lokal (etnomedicine) menjadi produk obat tradisional yang memiliki nilai ekonomi dan potensi komersial.

Contoh tersebut menjadi gambaran nyata bahwa hasil penelitian perguruan tinggi tidak harus berhenti sebagai laporan akademik atau publikasi ilmiah, tetapi dapat berkembang menjadi produk inovatif yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing bangsa.

Pemaparan tersebut mendapat respons positif dari peserta karena memberikan perspektif praktis mengenai tahapan transformasi riset menuju produk yang siap dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia industri.

LLDikti Wilayah I Perkuat Sinergi Hilirisasi Riset Perguruan Tinggi

Kepala LLDikti Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Matondang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya hilirisasi riset di lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, selama ini banyak hasil penelitian dosen yang berhenti pada publikasi ilmiah tanpa memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha agar inovasi akademik dapat berkembang menjadi produk, teknologi, maupun kebijakan yang memberikan manfaat nyata.

Melalui kegiatan ini, LLDikti Wilayah I juga menargetkan peningkatan jumlah proposal hibah hilirisasi dari perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara pada tahun 2026 sehingga semakin banyak penelitian dosen yang mampu menghasilkan luaran berdampak.

Komitmen UMA Mendukung Riset Inovatif dan Berdampak

Partisipasi Prof. Rahmad Syah sebagai narasumber dalam forum bergengsi tersebut menjadi representasi komitmen Universitas Medan Area dalam mendukung pengembangan riset yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui keterlibatan aktif para dosennya dalam berbagai forum nasional, UMA terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga berkontribusi menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *