Universitas Medan Area (UMA) kembali memperkuat langkahnya dalam menyiapkan lulusan berdaya saing global melalui Program Magang Internasional Jepang Batch 3. Sebanyak 15 mahasiswa Fakultas Teknik UMA resmi dipersiapkan untuk mengikuti program magang di Yorozu Oita, Jepang, melalui kerja sama dengan Japan World Business (JWB).
Kegiatan Orientasi Program Magang Internasional Jepang Batch 3 dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026, di lingkungan Kampus Universitas Medan Area. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh peserta dan orang tua atau wali mahasiswa memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan program magang di Jepang.
Orientasi turut dihadiri oleh mahasiswa peserta, orang tua atau wali, serta jajaran pimpinan Universitas Medan Area. Pembekalan diberikan mencakup berbagai hal, mulai dari kontrak kerja, tata tertib selama berada di Jepang, budaya kerja dan profesionalisme, hingga pemahaman mengenai regulasi serta hukum yang berlaku di negara tujuan.

15 Mahasiswa Fakultas Teknik UMA Siap Mengikuti Magang di Jepang
Program Magang Internasional Jepang Batch 3 menjadi salah satu langkah strategis UMA dalam memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui keterlibatan langsung di lingkungan industri internasional.
Sebanyak 15 mahasiswa Fakultas Teknik UMA terpilih untuk mengikuti program tersebut dan akan ditempatkan di Yorozu Oita, perusahaan manufaktur di Jepang yang bergerak dalam bidang produksi sistem suspensi kendaraan.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal secara langsung standar kerja industri Jepang, teknologi manufaktur, kedisiplinan, keselamatan kerja, serta budaya profesional yang diterapkan di lingkungan industri global.
Pengalaman Industri Menjadi Nilai Tambah bagi Mahasiswa
Wakil Rektor IV UMA, Dr. Ahmad Rafiki, menegaskan bahwa program magang internasional merupakan bagian dari strategi universitas untuk mempertemukan mahasiswa dengan dunia industri secara langsung.

“Program Magang Internasional Jepang Batch 3 ini merupakan program unggulan UMA dalam memberikan pengalaman belajar dan bekerja yang nyata di luar kampus. Inisiatif ini selaras dengan upaya universitas untuk mengakselerasi tingkat keterserapan dan daya saing mahasiswa di dunia kerja segera setelah mereka lulus kuliah.”
Menurutnya, pengalaman mahasiswa berada di lingkungan manufaktur Jepang akan menjadi nilai tambah bagi pengembangan kompetensi dan portofolio profesional mereka.
“Bertemu langsung dengan standar manufaktur Jepang seperti Yorozu Oita akan memberikan value added luar biasa bagi portofolio profesional mahasiswa UMA,” ujarnya.
Wakil Rektor III UMA Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
Sementara itu, Wakil Rektor III UMA, Dr. Walid Musthafa S., S.Sos., M.I.P., memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa agar menjalani program magang dengan penuh tanggung jawab.
Para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman profesional, tetapi juga mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial dan budaya Jepang.

“Kami mengimbau dan mengajak seluruh 15 mahasiswa Fakultas Teknik yang berangkat untuk mengikuti seluruh rangkaian program magang ini dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab.”
Dr. Walid juga mengingatkan mahasiswa untuk menaati ketentuan yang telah disepakati dalam kontrak kerja, mematuhi hukum dan budaya setempat, serta menjaga nama baik Universitas Medan Area dan Indonesia.
“Jadilah duta kampus yang senantiasa menjaga nama baik Universitas Medan Area serta Indonesia di kancah internasional,” pesannya.
BIK UMA Perkuat Kemitraan dengan Industri Global
Kepala Biro Inovasi dan Kemitraan (BIK) UMA, Dian Fajar Prayoga, menyampaikan bahwa keberangkatan mahasiswa ke Jepang merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang semakin terhubung dengan kebutuhan industri global.
Menurutnya, BIK UMA terus mendorong perluasan kemitraan internasional sehingga mahasiswa memperoleh lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan pengalaman akademik maupun profesional di tingkat global.

“Biro Inovasi dan Kemitraan berkomitmen penuh untuk terus memperluas dan mengokohkan ekosistem yang menjembatani dunia akademik UMA dengan dunia industri global.”
Dian menambahkan, keberangkatan 15 mahasiswa Fakultas Teknik UMA ke Yorozu Oita menjadi salah satu indikator bahwa mahasiswa UMA memiliki peluang untuk beradaptasi dan berkontribusi dalam lingkungan industri internasional.
BIK UMA juga berkomitmen mengawal pelaksanaan program, termasuk pendampingan mahasiswa dan komunikasi dengan orang tua atau wali, sekaligus memperkuat keberlanjutan kerja sama dengan Japan World Business (JWB) untuk pelaksanaan program pada batch berikutnya.
Magang Internasional UMA Jadi Langkah Menuju Karier Global
Program Magang Internasional Jepang Batch 3 tidak hanya menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja di luar negeri, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan kompetensi, karakter, dan kesiapan profesional mahasiswa UMA.
Pengalaman bekerja di lingkungan industri Jepang diharapkan dapat memperkuat kemampuan teknis, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, adaptasi lintas budaya, serta pemahaman mahasiswa terhadap standar industri global.
Bagi Universitas Medan Area, program ini sekaligus mempertegas komitmen untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri internasional.
Dengan dukungan universitas, orang tua atau wali, serta mitra industri, 15 mahasiswa Fakultas Teknik UMA yang mengikuti Magang Internasional Jepang Batch 3 di Yorozu Oita diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal.
Keberangkatan ini menjadi langkah nyata UMA dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman internasional dan kesiapan untuk menembus pasar kerja global.
