Universitas Medan Area (UMA) menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., Ph.D., pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Convention Hall Hj. Siti Mariani, Lantai 3 Gedung Perpustakaan UMA. Dalam kesempatan ini, Sekjen Kemdiktisaintek memaparkan Rencana Strategis (Renstra) Kemdiktisaintek periode 2025–2029 yang menjadi pedoman arah kebijakan pengembangan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi untuk mendukung transformasi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Rektor Universitas Medan Area, Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc., bersama Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim, M. Erwin Siregar, S.E., M.B.A. Pemaparan Renstra ini diharapkan dapat memperluas pemahaman perguruan tinggi terhadap kebijakan pemerintah, prioritas pembangunan, serta strategi untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan sambutan Rektor Universitas Medan Area, Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc., yang kemudian dilanjutkan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim, M. Erwin Siregar, S.E., M.B.A. Agenda berikutnya diisi dengan pemaparan Prof. Badri Munir Sukoco mengenai kebijakan strategis, target pembangunan, serta program prioritas Kemdiktisaintek selama periode 2025–2029.

Rektor UMA Sambut Kunjungan Sekjen Kemdiktisaintek
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Medan Area menyampaikan apresiasi atas kunjungan Sekjen Kemdiktisaintek. Ia juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama yang erat antara pemerintah dan perguruan tinggi guna mendorong kemajuan serta peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Bagi UMA, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mendapatkan penjelasan secara langsung mengenai kebijakan strategis kementerian, terutama yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penguatan penelitian dan inovasi, serta peningkatan daya saing para lulusan perguruan tinggi.

Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim Sampaikan Sambutan
Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim, M. Erwin Siregar, S.E., M.B.A., turut menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Partisipasi yayasan sebagai penyelenggara Universitas Medan Area menunjukkan bahwa dukungan kelembagaan memiliki peranan penting dalam memastikan kebijakan pendidikan tinggi dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara yayasan dan pihak universitas menjadi fondasi penting untuk memperkuat tata kelola institusi, mengoptimalkan pengembangan sumber daya, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikan di lingkungan Universitas Medan Area.

Sekjen Kemdiktisaintek Paparkan Renstra 2025–2029
Dalam pemaparannya, Prof. Badri Munir Sukoco menjelaskan bahwa Renstra Kemdiktisaintek 2025–2029 menjadi acuan bagi kementerian dalam mengembangkan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang terbuka bagi berbagai kalangan, responsif terhadap perubahan, serta mampu menghasilkan dampak bagi pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Dokumen strategis tersebut memuat tiga fokus utama, yakni memperluas kesempatan memperoleh pendidikan tinggi berkualitas, mendorong penelitian dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, serta membangun tata kelola pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang menjunjung tinggi integritas.

Penguatan Mutu Pendidikan dan Daya Saing Lulusan
Salah satu prioritas dalam Renstra tersebut adalah memperluas partisipasi masyarakat dalam pendidikan tinggi sekaligus memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga dan sesuai dengan kebutuhan. Perguruan tinggi diharapkan mampu mencetak lulusan dengan kompetensi yang relevan terhadap perkembangan dunia kerja, kemajuan industri, dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Upaya memperluas akses pendidikan tinggi juga perlu diiringi dengan peningkatan kemampuan institusi, penerapan teknologi dalam proses pembelajaran, serta penyediaan dukungan pembiayaan bagi mahasiswa. Dengan langkah tersebut, kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas diharapkan semakin terbuka dan merata.
Pengembangan Riset, Sains, Teknologi, dan Inovasi
Penguatan penelitian dan inovasi turut menjadi prioritas dalam Renstra Kemdiktisaintek 2025–2029. Perguruan tinggi didorong untuk meningkatkan kemampuan dosen dan peneliti, memperbaiki kualitas publikasi ilmiah, memperluas kerja sama penelitian, serta mengembangkan hasil riset agar dapat diterapkan secara langsung.
Melalui strategi ini, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berperan dalam menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga mampu menciptakan solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat, pelaku usaha, sektor industri, maupun pemerintah. Dengan demikian, kegiatan penelitian dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan nasional.
Tata Kelola Perguruan Tinggi yang Transparan dan Akuntabel
Peningkatan kualitas tata kelola juga menjadi salah satu perhatian utama dalam Renstra Kemdiktisaintek. Pengembangan kelembagaan diarahkan untuk menciptakan sistem pengelolaan yang melibatkan berbagai pihak, mengedepankan keterbukaan, serta dapat dipertanggungjawabkan dengan tetap menjaga integritas institusi.
Bagi perguruan tinggi, kebijakan ini menjadi pedoman dalam memperkuat sistem penjaminan mutu, meningkatkan efektivitas pengelolaan organisasi, serta memastikan bahwa kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menghasilkan manfaat yang jelas dan dapat dievaluasi.

UMA Perkuat Komitmen Mendukung Transformasi Pendidikan Tinggi
Pemaparan Renstra Kemdiktisaintek periode 2025–2029 memberikan gambaran mengenai prioritas pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia dalam lima tahun mendatang. Bagi Universitas Medan Area, pemahaman terhadap arah kebijakan tersebut menjadi bagian penting dalam menyelaraskan strategi pengembangan kampus dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan, penguatan penelitian dan inovasi, serta penyempurnaan tata kelola perguruan tinggi.
Melalui kegiatan ini, UMA diharapkan terus meningkatkan perannya dalam menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, memperkuat relevansi hasil penelitian, serta mengembangkan inovasi yang mampu memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
Kunjungan Sekjen Kemdiktisaintek tersebut menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara pemerintah, yayasan, dan perguruan tinggi dalam mewujudkan sistem pendidikan tinggi Indonesia yang berkualitas, inklusif, adaptif, dan memiliki daya saing.
