Deli Serdang – Dosen Universitas Medan Area (UMA) bersama mahasiswa dari berbagai program studi menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Purwodadi, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 13–14 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan sepuluh kelompok pengabdian dengan pendekatan lintas disiplin ilmu untuk menjawab berbagai kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat desa.
Program pengabdian tersebut mengangkat tema “Collaborative Governance Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dalam Pencegahan dan Penanggulangan Peredaran Narkoba”. Tema ini menyoroti pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan kehidupan sosial yang produktif dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen UMA menghadirkan berbagai kegiatan yang mencakup penyuluhan hukum, pengembangan ekonomi masyarakat, pemanfaatan teknologi, kepedulian terhadap lingkungan, serta penguatan hubungan sosial.
Pengabdian Masyarakat UMA Perkuat Kolaborasi dengan Desa Purwodadi
Koordinator PkM Lintas Program Studi UMA, Sri Hidayani, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab akademisi dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia menjelaskan bahwa UMA berkomitmen untuk melaksanakan program pengabdian secara berkesinambungan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Desa Purwodadi.
Kegiatan ini juga merupakan bentuk realisasi kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Medan Area dan Pemerintah Desa Purwodadi, Kecamatan Sunggal. Sri Hidayani mengungkapkan bahwa aparatur desa dan warga memberikan sambutan positif serta berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan.
Melalui program tersebut, masyarakat mendapatkan tambahan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kerja sama ini sekaligus mempererat hubungan antara UMA dan pemerintah desa serta memberikan ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk mengaplikasikan keilmuan mereka secara langsung di tengah masyarakat.

Sepuluh Kelompok Dosen UMA Hadirkan Program Edukasi dan Pemberdayaan
Dalam kegiatan ini, Universitas Medan Area melibatkan sepuluh kelompok dosen yang berasal dari berbagai program studi. Setiap kelompok menyusun dan melaksanakan program berdasarkan bidang keahlian masing-masing dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat Desa Purwodadi.
1. Edukasi Perizinan Usaha melalui Sistem OSS
Kelompok pertama terdiri atas Anggreni Atmei Lubis, S.H., M.Hum.; Sri Hidayani, S.H., M.Hum.; Eryanti Novita, S.Psi., M.Psi.; dan Dr. Muazzul, S.H., M.Hum. Kelompok ini memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penggunaan sistem Online Single Submission (OSS) sebagai sarana pengurusan perizinan usaha secara elektronik.
Melalui edukasi tersebut, warga diperkenalkan pada layanan perizinan digital yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung legalitas dan pengembangan usaha mereka.
2. Penguatan Komunikasi dan Keharmonisan Keluarga
Kelompok kedua melibatkan Istiana, S.Psi., M.Pd., M.Psi., M.Si.; Nini Sri Wahyuni, M.Pd., M.Psi.; dan Hesti Sabrina, S.E., M.Si. Program yang disampaikan berfokus pada pentingnya membangun komunikasi keluarga yang terbuka, sehat, dan dilandasi sikap saling menghormati.
Para dosen mengajak masyarakat untuk membiasakan pola komunikasi yang positif dalam keluarga sehingga hubungan antaranggota keluarga semakin harmonis dan setiap individu dapat berkembang dengan baik.
3. Sosialisasi Bahaya Judi Online dan Pinjaman Online Ilegal
Kelompok ketiga terdiri atas Prof. Dr. Taufik Siregar, S.H., M.Hum.; Dr. Dian Novriandi, S.T., M.Kom.; dan Cahaya, S.Pd., M.Pd. Melalui program “Waspada Judol dan Pinjol Ilegal”, tim memberikan edukasi mengenai berbagai risiko yang ditimbulkan oleh perjudian daring dan layanan pinjaman online ilegal.
Pembahasan dilakukan dengan meninjau aspek hukum serta prinsip-prinsip syariah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman warga agar lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan digital dan menghindari aktivitas yang berisiko menimbulkan masalah finansial maupun konsekuensi hukum.
4. Pengenalan Rumah Sehat Berbasis Arsitektur Hijau
Kelompok keempat menghadirkan Rina Saraswaty, S.T., M.T.; Ida Royani, S.E., M.Si.; dan Ir. Neneng Yulia Barky, M.T. Tim ini memperkenalkan konsep rumah sehat yang menerapkan prinsip arsitektur hijau dalam perencanaan hunian.
Materi yang disampaikan mengajak masyarakat untuk memperhatikan kenyamanan tempat tinggal, kualitas lingkungan, dan penerapan unsur ramah lingkungan. Dengan pemahaman tersebut, warga diharapkan dapat lebih mempertimbangkan aspek kesehatan dan keberlanjutan dalam menciptakan hunian yang nyaman.
5. Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Hukum dan Etika Islam
Kelompok kelima terdiri atas Prof. Dr. H. Maswandi, S.H., M.Hum.; Riswan Munthe, S.H., M.H.; dan Dr. Fauji Wikanda, M.Pd.I. Ketiganya memberikan pemahaman tentang upaya mencegah perundungan atau bullying, khususnya di kalangan remaja, dengan mengacu pada perspektif hukum pidana dan etika Islam.
Selain menguraikan dampak negatif perundungan, tim juga mengajak masyarakat untuk membangun lingkungan yang aman, menanamkan nilai-nilai moral, serta menghargai hak dan martabat setiap orang.
6. Sosialisasi Pendaftaran Tanah untuk Kepastian Hukum
Kelompok keenam melibatkan Revi Fauzi Putra Mina, S.H., M.H.; Aldi Subhan Lubis, S.H., M.H.; dan Yuan Anisa, S.Si., M.Si. Para dosen memberikan penyuluhan mengenai Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) guna meningkatkan pemahaman warga tentang pentingnya legalitas dan kepastian hukum atas kepemilikan tanah.
Kegiatan ini juga menekankan perlunya pengelolaan administrasi pertanahan yang tertib. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat memahami prosedur pendaftaran tanah dengan lebih baik sekaligus mengurangi potensi terjadinya sengketa kepemilikan.
7. Edukasi Hukum Lingkungan dan Pengelolaan Sampah
Kelompok ketujuh terdiri atas Windy Sri Wahyuni, S.H., M.H.; Dr. Suryani Hardjo, S.Psi., M.A.; dan Beby Suryani Fithri, S.H., M.H. Program ini berfokus pada pengenalan aturan desa terkait pengelolaan sampah serta peningkatan kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui edukasi tersebut, masyarakat didorong untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Upaya ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya Desa Purwodadi yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
8. Penguatan Kesadaran Hukum dan Ketahanan Psikologis di Era AI
Kelompok kedelapan melibatkan Dr. Rafiqi, S.H., M.M., M.Kn.; Arif Fachrian, S.Psi., M.Psi.; dan Marsella, S.H., M.Kn. Dalam program ini, para dosen membahas pentingnya kesadaran hukum serta kemampuan menjaga ketahanan psikologis di tengah perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Masyarakat diajak memahami perubahan yang dibawa oleh kemajuan teknologi sekaligus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di era digital. Melalui kegiatan ini, diharapkan warga semakin memahami aspek hukum dan mampu beradaptasi secara lebih bijak terhadap perkembangan teknologi.
9. Digitalisasi Branding dan Pemasaran UMKM Kuliner
Kelompok kesembilan terdiri atas Dr. Ir. Muhammad Yamin Siregar, M.M.; Dr. Ridho Mubarak, S.H., M.H.; Dr. Taufik Wal Hidayat, S.Sos., M.AP.; dan Dr. Wessy Trisna, S.H., M.H. Tim ini menyelenggarakan edukasi mengenai digitalisasi branding dan strategi pemasaran produk kuliner melalui TikTok Affiliate bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program tersebut memperkenalkan pemanfaatan platform digital sebagai sarana untuk memperluas jangkauan promosi, membangun identitas merek, dan menjangkau calon konsumen yang lebih luas. Melalui pendekatan ini, pelaku UMKM diharapkan semakin mampu memanfaatkan teknologi pemasaran untuk memperkuat daya saing dan mengembangkan usahanya.
10. Kolaborasi Lintas Keilmuan untuk Pemberdayaan Masyarakat
Kelompok kesepuluh melibatkan Dr. Muhammad Akbar Siregar, M.Si.; Dr. Serimin Pinem, S.H., M.Kn.; Dr. Evi Yunita K., S.Sos., M.IP.; Kurniaty; dan Arie Kartika, S.H., M.H. Kelompok ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif para akademisi lintas bidang dalam mendukung pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di Desa Purwodadi.
Melalui keterlibatan berbagai disiplin ilmu, kelompok tersebut turut memperluas kontribusi akademisi dalam mendukung pemberdayaan warga dan mendorong pelaksanaan program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Dosen dan Mahasiswa UMA Dorong Peningkatan Kapasitas Masyarakat
Pelaksanaan sepuluh program pengabdian ini memperlihatkan bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu dapat menjadi pendekatan untuk menjawab beragam persoalan di lingkungan masyarakat. Dengan melibatkan dosen dan mahasiswa, UMA menyelenggarakan kegiatan yang mencakup bidang hukum, sosial, psikologi, ekonomi, lingkungan, dan teknologi.
Selain memberikan manfaat berupa peningkatan wawasan bagi warga, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengenali persoalan sosial dan kebutuhan masyarakat desa. Warga juga memperoleh kesempatan untuk bertukar pikiran dengan para akademisi serta mendapatkan pengetahuan yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat ini diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman akademik, tetapi juga meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan secara berkelanjutan.
Universitas Medan Area Perkuat Komitmen Tri Dharma Perguruan Tinggi
Penyelenggaraan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Purwodadi merupakan salah satu bentuk komitmen Universitas Medan Area dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam menerapkan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kemitraan dengan Pemerintah Desa Purwodadi, UMA berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Kolaborasi antardosen dari berbagai program studi juga memberikan kesempatan untuk menggabungkan keahlian dari beragam bidang sehingga pelaksanaan pengabdian dapat dilakukan secara lebih menyeluruh. UMA berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan demikian, universitas dapat terus mengambil peran sebagai mitra pembangunan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang berorientasi pada keberlanjutan.
Melalui kolaborasi dan semangat pemberdayaan, Universitas Medan Area terus mendorong dosen serta mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan secara langsung dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
