Universitas Medan Area (UMA) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan strategis pendidikan tinggi nasional melalui keikutsertaan dalam Penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Aula Graha Diktisaintek, Gedung Kemdiktisaintek, Jakarta.

Rektor UMA Tandatangani Komitmen Kampus Berdampak
Dalam kegiatan tersebut, Universitas Medan Area diwakili langsung oleh Rektor Universitas Medan Area, Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc., didampingi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Sumber Daya Manusia. Kehadiran pimpinan UMA ini menjadi wujud nyata keseriusan institusi dalam menyelaraskan arah kebijakan internal dengan program nasional Kemdiktisaintek, khususnya dalam penguatan konsep Kampus Berdampak.

Kontrak Kinerja sebagai Instrumen Penguatan Tridarma
Penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak merupakan langkah strategis dalam menyelaraskan program perguruan tinggi dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) serta standar nasional pendidikan tinggi. Melalui kontrak kinerja ini, perguruan tinggi didorong untuk meningkatkan kualitas tata kelola, kinerja akademik, serta implementasi tridarma perguruan tinggi yang berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.
Sinergi Pemerintah dan Perguruan Tinggi Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Kementerian, para Kepala LLDIKTI Wilayah I hingga XVII, serta pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Forum nasional ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi yang adaptif dan berkelanjutan.

UMA Perkuat Peran sebagai Perguruan Tinggi Adaptif dan Kolaboratif
Keikutsertaan Universitas Medan Area dalam penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026 menunjukkan dukungan penuh UMA terhadap kebijakan pemerintah serta mempertegas posisi UMA sebagai perguruan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi pembangunan bangsa.
