Perayaan Hari Raya Idul adha 1447 Hijriah di Universitas Medan Area berlangsung penuh kekhusyukan dan nilai kebersamaan. Dalam momentum Iduladha tahun 2026 tersebut, UMA melaksanakan penyembelihan 24 ekor lembu dan 2 ekor kambing sebagai hewan qurban yang nantinya didistribusikan kepada masyarakat sekitar kampus.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UMA dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama.

Salat Idul Adha di Masjid At-Taqwa UMA Berlangsung Khidmat
Sebelum pelaksanaan penyembelihan hewan qurban, Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim, M. Erwin Siregar bersama Rektor UMA, Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc. dan civitas akademika UMA terlebih dahulu melaksanakan Salat Idul adha di Masjid At-Taqwa Kompleks UMA pada Rabu, 27 Mei 2026.
Khutbah Idul adha disampaikan oleh Ustadz Zainun yang mengulas makna mendalam ibadah haji dan qurban sebagai bentuk totalitas penghambaan kepada Allah SWT.
Dalam khutbahnya, ia menjelaskan bahwa inti pelaksanaan ibadah haji adalah wukuf di Padang Arafah yang diibaratkan sebagai miniatur Padang Mahsyar, tempat seluruh umat manusia akan dikumpulkan untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya di hadapan Allah SWT.
“Di Padang Arafah manusia diingatkan mengenai hakikat kehidupan dan pentingnya kembali berserah diri kepada Allah SWT. Di tempat itu pula Nabi Adam AS memohon ampun kepada Allah SWT setelah diturunkan ke bumi,” ungkapnya.

Nilai Ketakwaan dan Kepedulian Sosial dalam Ibadah Qurban
Selain menjelaskan makna wukuf di Arafah, Ustadz Zainun juga menyampaikan bahwa perintah qurban kepada Nabi Ibrahim AS merupakan simbol ketundukan dan ketaatan total kepada Allah SWT.
Momentum Idul adha, menurutnya, harus menjadi sarana bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta meningkatkan rasa kepedulian sosial terhadap sesama manusia.
Sementara itu, Rektor UMA, Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc. menyampaikan bahwa ibadah qurban memiliki makna spiritual yang sangat mendalam bagi umat Islam.

Qurban Sebagai Simbol Menghilangkan Sifat Kebinatangan
Menurut beliau, qurban mengajarkan umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan kesiapan mengorbankan apa pun demi menjalankan perintah-Nya.
“Salah satu makna simbolis dari penyembelihan hewan qurban adalah menyembelih sifat-sifat kebinatangan yang ada dalam diri manusia,” ujarnya.
Ia menambahkan, seseorang yang melaksanakan qurban diharapkan mampu menghilangkan sifat-sifat buruk dalam dirinya sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“Semakin banyak orang yang berqurban, maka diharapkan akan semakin besar pula kontribusi dalam menciptakan bangsa Indonesia yang lebih baik. Darah hewan qurban yang mengalir menjadi bukti ketakwaan kita kepada Allah SWT,” tambahnya.

UMA Tingkatkan Jumlah Hewan Qurban Setiap Tahun
Rektor UMA juga menyampaikan bahwa peningkatan jumlah hewan qurban setiap tahun merupakan bentuk komitmen kampus dalam memperluas manfaat bagi masyarakat.
Ia menilai, nilai-nilai qurban tidak hanya sebatas ritual ibadah, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter, kepedulian sosial, dan penguatan ukhuwah Islamiyah di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar.
Daging Qurban Dibagikan kepada Masyarakat Sekitar Kampus
Usai proses penyembelihan, seluruh daging hewan qurban didistribusikan kepada masyarakat di sekitar lingkungan kampus UMA. Kegiatan ini menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus bentuk kepedulian sosial untuk membantu pemenuhan gizi dan nutrisi masyarakat.
Melalui pelaksanaan Idul adha 1447 H, Universitas Medan Area berharap semangat pengorbanan, kebersamaan, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat serta menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan yang lebih harmonis dan religius.
