Program Studi Arsitektur Universitas Medan Area (UMA) kembali mengimplementasikan metode pembelajaran kontekstual melalui kegiatan field trip ke Orangutan Haven pada Senin, 22 Desember 2025. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran di luar kelas guna memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami struktur bangunan, khususnya pemanfaatan material bambu.
Kunjungan akademik tersebut menjadi bagian dari komitmen Prodi Arsitektur UMA dalam menjembatani teori perkuliahan dengan praktik di lapangan. Orangutan Haven dipilih sebagai lokasi studi karena memiliki karakteristik arsitektur yang selaras dengan materi pembelajaran, terutama dalam penerapan struktur alami dan penggunaan material berkelanjutan.

Menjembatani Teori dan Praktik
Kegiatan field trip ini disusun untuk mendukung pencapaian Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), sehingga proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada pemahaman konseptual di dalam kelas. Melalui observasi langsung, mahasiswa diajak untuk mengenali secara mendalam karakteristik bambu sebagai material konstruksi yang ramah lingkungan dan semakin relevan dalam pengembangan arsitektur berkelanjutan.
Adapun kompetensi utama yang menjadi target capaian mahasiswa dalam kegiatan ini meliputi:
- Kemampuan Visualisasi
Mahasiswa dilatih melakukan penggambaran sketsa dan pewarnaan secara langsung di lokasi (on-spot sketching), dengan menangkap detail struktur dan elemen arsitektur yang diamati. - Perancangan Struktur Bambu
Mahasiswa diarahkan untuk mampu merencanakan dan merancang struktur bangunan sederhana berbasis bambu, termasuk pemahaman sistem sambungan, pembebanan, serta nilai estetika struktur. - Standarisasi Gambar Kerja
Hasil pengamatan dan perancangan selanjutnya diterjemahkan ke dalam gambar kerja sesuai standar konstruksi dengan memanfaatkan perangkat lunak arsitektur.

Mempersiapkan Arsitek Masa Depan
Melalui kegiatan ini, Prodi Arsitektur UMA berharap mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih komprehensif mengenai ragam struktur bangunan dan penerapan material alami. Pengalaman berinteraksi langsung dengan material konstruksi di Orangutan Haven diharapkan mampu mendorong kreativitas mahasiswa dalam menghasilkan desain yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga kuat secara struktur serta berwawasan lingkungan.

Kegiatan field trip berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Peserta terlihat aktif melakukan pengamatan, diskusi, serta pendokumentasian berbagai objek arsitektur yang menjadi fokus pembelajaran di lokasi tersebut.
