Universitas Medan Area (UMA) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional melalui kegiatan audiensi bersama Campus France. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya penjajakan kerja sama strategis di bidang pengembangan sumber daya manusia dan kolaborasi riset antara UMA dan lembaga pendidikan tinggi di Prancis.
Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Atase Kerja Sama Pendidikan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Antoine Bricout, membuka peluang besar bagi para dosen dan lulusan program magister UMA untuk melanjutkan studi doktoral di Prancis melalui berbagai skema beasiswa, termasuk program LPDP. Dalam kesempatan tersebut, pihak Campus France menegaskan bahwa kolaborasi internasional tidak hanya terfokus di kampus-kampus besar di Pulau Jawa, tetapi juga mencakup universitas-universitas potensial di seluruh Indonesia.
Rektor Universitas Medan Area, Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc., menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan komitmen UMA untuk aktif memanfaatkan peluang kerja sama ini.

“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik kerja sama dengan Campus France. UMA akan terus mendorong civitas akademika, terutama para lulusan program magister, agar memanfaatkan kesempatan beasiswa S3 di Prancis yang masih belum banyak diketahui oleh masyarakat luas,” ujar Prof. Dadan Ramdan.
Sementara itu, Antoine Bricout menuturkan bahwa Prancis sangat terbuka untuk memperluas kemitraan akademik dengan perguruan tinggi di luar Pulau Jawa.
“Kami ingin memperluas jaringan kerja sama pendidikan tinggi, khususnya untuk program beasiswa LPDP S2/S3 di Prancis dan kegiatan joint research. Kami berharap dapat berkolaborasi dengan universitas-universitas dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Universitas Medan Area,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa sistem pendidikan tinggi di Prancis sangat fleksibel dan dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengembangan akademik di Indonesia, baik dari sisi kurikulum maupun bidang riset unggulan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Informasi, Publikasi, dan Kemitraan (BIPK) UMA, Dian Fajar Prayoga, S.Kom., menyatakan kesiapan UMA untuk menindaklanjuti peluang tersebut secara konkret.

“Kerja sama ini memiliki potensi besar bagi pengembangan akademik UMA. Kami tertarik untuk mengeksplorasi program unggulan seperti joint research (riset bersama) dan double degree (gelar ganda) yang ditawarkan oleh institusi pendidikan di Prancis,” ungkap Dian Fajar Prayoga.
Kegiatan audiensi ini menjadi langkah awal yang strategis bagi UMA dalam mempercepat program internasionalisasi kampus, khususnya dalam peningkatan jumlah dosen bergelar doktor dan publikasi ilmiah internasional. Diharapkan, penjajakan ini akan segera ditindaklanjuti melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) serta implementasi program kolaboratif dalam waktu dekat.
