Universitas Medan Area (UMA) terus memperkuat kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, tim dosen dan mahasiswa UMA memberdayakan kelompok ibu-ibu PKK di Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik yang bernilai guna.
Kegiatan bertajuk “Biowaste Decomposer Terpadu Sebagai Pengolah Sampah Organik oleh Kelompok PKK di Desa Patumbak I” tersebut merupakan bagian dari Program Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun 2026.
Program PKM UMA telah dimulai sejak Juni 2026, dengan agenda sosialisasi dan pelatihan utama yang dilaksanakan pada 24–25 Agustus 2026.
PKM UMA Dorong Pemberdayaan Perempuan melalui Pengolahan Sampah Organik
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan pengabdian tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi serta ketentuan mengenai standar nasional pendidikan tinggi.
Melalui program ini, UMA tidak hanya memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga memperkenalkan teknologi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengolah limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat.
Ketua Tim PKM UMA, Ir. Healthy Aldriany Prasetyo, STP., MT, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut terselenggara berkat pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM).

“Program ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat menemukan solusi yang dapat diterapkan secara langsung, khususnya dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga,” ujar Healthy.
Tim PKM UMA diketuai oleh Ir. Healthy Aldriany Prasetyo, STP., MT., dengan anggota Angga Ade Sahfitra, SP., M.Sc. dan Hermansyah, ST., MT. Kegiatan tersebut turut melibatkan tiga mahasiswa Program Studi Teknik Industri UMA, yakni Umar Habibi, Stella Cristian, dan Jhon Kevin Sitorus.
Desa Patumbak I Dipilih Berdasarkan Kebutuhan Masyarakat
Pemilihan Desa Patumbak I sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu PKK, terhadap kegiatan pemberdayaan perempuan yang memiliki manfaat langsung dan berkelanjutan.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, Tim PKM UMA telah melakukan koordinasi dan membangun kemitraan bersama kelompok ibu-ibu PKK Desa Patumbak I.
Ketua Kelompok Ibu-Ibu PKK Desa Patumbak I, Sri Astuti Irwansyah Lubis, menyampaikan bahwa kelompok PKK membutuhkan berbagai kegiatan positif yang dapat meningkatkan keterampilan dan produktivitas masyarakat.
Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan biowaste atau sampah organik dapur rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna, seperti pupuk organik cair (POC) dan pupuk organik padat berupa kompos.
Biowaste Decomposer Jadi Solusi Pengolahan Sampah Organik
Dalam kegiatan tersebut, Tim PKM UMA memperkenalkan konsep biowaste decomposer, yaitu penggunaan campuran mikroorganisme dan enzim yang berfungsi membantu mempercepat proses penguraian limbah organik.
Teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi praktis bagi masyarakat dalam mengurangi sampah organik sekaligus menghasilkan pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian maupun tanaman rumah tangga.
Pemanfaatan teknologi biowaste decomposer juga menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar tidak hanya memandang sampah sebagai limbah, tetapi sebagai sumber daya yang masih dapat diolah dan dimanfaatkan.
Peserta Mendapatkan Pelatihan dan Praktik Penggunaan Mesin
Pelaksanaan PKM UMA diawali dengan kegiatan penyuluhan kepada kelompok PKK. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah organik, manfaat pengolahan sampah organik, serta tahapan pembuatan pupuk organik cair dan pupuk organik padat.
Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung menggunakan peralatan dan mesin yang telah disiapkan oleh Tim PKM UMA.
Praktik Menggunakan Chopper, Fermentasi Decomposer dan Rotary Dryer
Peralatan yang digunakan dalam kegiatan meliputi mesin pencacah (chopper), alat fermentasi decomposer, serta mesin pengering tipe rotary drying.
Melalui praktik tersebut, para peserta diperkenalkan secara langsung pada tahapan pengolahan sampah organik, mulai dari proses pencacahan bahan, pengolahan menggunakan decomposer, hingga proses pengeringan.
Pendekatan praktik secara langsung diharapkan membuat kelompok PKK lebih mudah memahami teknologi sekaligus mampu mengoperasikan peralatan secara mandiri setelah program selesai.
PKK Desa Patumbak I Didorong Menjadi Mitra Berkelanjutan UMA
Kelompok PKK Desa Patumbak I memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program PKM UMA. Para anggota PKK dinilai telah berpartisipasi aktif dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan di lapangan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan solusi pengelolaan lingkungan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Ketua Tim PKM UMA, Ir. Healthy Aldriany Prasetyo, STP., MT., berharap kerja sama yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan setelah program PKM berakhir.
Menurutnya, keberlanjutan kemitraan antara UMA dan kelompok PKK Desa Patumbak I menjadi penting agar teknologi yang telah diperkenalkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat.
Peralatan PKM Diserahkan kepada Kelompok PKK
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, Tim PKM UMA menyerahkan berbagai peralatan dan mesin yang digunakan selama pelatihan kepada kelompok ibu-ibu PKK Desa Patumbak I.
Peralatan tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh kelompok PKK untuk melanjutkan praktik pengolahan sampah organik menjadi pupuk secara mandiri.
Program ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Medan Area dalam menghadirkan inovasi yang tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui sinergi antara dosen, mahasiswa, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat, PKM UMA di Desa Patumbak I diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan berbasis teknologi dalam pengelolaan sampah organik serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, produktif, dan berkelanjutan.
