Program Studi Arsitektur Universitas Medan Area (UMA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Negeri 2 Medan pada Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 60 siswa dari Program Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) serta Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan karir siswa di bidang arsitektur dan konstruksi, memperkuat pemahaman keterampilan teknis manual dan digital, serta memperkenalkan prinsip desain berkelanjutan yang relevan dengan kondisi iklim tropis seperti di Kota Medan.

Membuka Wawasan Spektrum Karir Arsitektur
Sesi pertama bertajuk “Bangun Masa Depan: Karir dan Skill Teknis di Dunia Arsitektur” disampaikan oleh Ar. Aulia Muflih Nasution, S.T., M.Sc., IAI. Dalam sesi ini, siswa diperkenalkan pada spektrum profesi yang lebih luas di bidang arsitektur dan konstruksi.
Tidak hanya profesi arsitek dan drafter, siswa juga dikenalkan pada peran seperti BIM Specialist, 3D Visualizer, Building Performance Analyst, hingga peluang di industri kreatif seperti environment artist dalam pengembangan gim dan animasi. Materi disampaikan secara interaktif dengan mengaitkan keterampilan yang telah mereka pelajari di SMK dengan kebutuhan industri saat ini dan masa depan.
Diskusi yang berlangsung menunjukkan antusiasme tinggi dari siswa. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari jalur pendidikan lanjutan, peluang kerja di Medan dan luar daerah, hingga penguasaan software yang relevan untuk meningkatkan daya saing.

Mengenalkan Arsitektur Hijau yang Relevan dengan Kehidupan Sehari-hari
Sesi kedua bertajuk “Sustainable Design: Arsitektur Hijau yang Hemat Kantong dan Estetik” disampaikan oleh Ar. Dr.-Ing. Mufti Ali Nasution, S.T., M.Arch., IAI. Pada sesi ini, siswa diajak memahami pentingnya desain berkelanjutan dalam konteks rumah tinggal dan bangunan sederhana di iklim tropis lembap.
Materi difokuskan pada prinsip desain pasif seperti orientasi bangunan, ventilasi silang, pemanfaatan cahaya alami, penggunaan material lokal, serta pengelolaan air hujan melalui vegetasi dan biopori. Penyampaian dilakukan dengan pendekatan kontekstual, dimulai dari pengalaman sehari-hari siswa seperti rumah yang terasa panas dan konsumsi listrik yang tinggi.
Melalui pendekatan ini, siswa mulai memahami bahwa desain arsitektur tidak hanya soal estetika, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap kenyamanan, efisiensi energi, dan lingkungan.

Kolaborasi Pendidikan Tinggi dan Vokasi
Kegiatan PKM ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari perencanaan dan koordinasi dengan pihak sekolah, persiapan materi, pelaksanaan dua sesi penyuluhan, hingga evaluasi melalui observasi dan umpan balik dari guru pendamping.
Secara umum, kegiatan berjalan lancar dengan dukungan penuh dari pihak SMK Negeri 2 Medan. Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif selama sesi diskusi dan tanya jawab.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Arsitektur Universitas Medan Area berharap dapat membangun jembatan kolaboratif antara pendidikan tinggi dan pendidikan vokasi, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda konstruksi yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan peka terhadap isu keberlanjutan lingkungan.
